July 30, 2008

I've just watched this on my sister's blog and felt that I need to copy this..



Do you believe in God?

Ada ayam ada telur, ada Afgan ada Tyo.

Gue akuin, posting kali ini bener-bener gak penting. Oke, gue akuin semua posting gue gak ada yang penting. Tapi kali ini bener-bener gak penting. Percayalah. Percayalaaah!!! *entah kenapa belakangan ini gue jadi agak telenovela*

Berawal dari sepupu gue yang bernama Tyo, yang accidentally nulis komen di shoutbox blog ini. Yang membuat gue terinspirasi untuk membuka profilnya di Friendster. Eh, ternyata bener. Gue abis nulis komen buat dia supaya baca blog gue *baca: ngancem*. Huh. Gue pikir dia sukarela. Huhu.

Tapi bukan itu juga ding yang bikin gue nulis posting tentang dia. Apalagi disejajarkan sama Afgan. Apa? Tio dan Afgan? Makanya gue juga nulis ayam sama telur di judul. Bodo amat gak nyambung. Biar agak balance aja.

Jadi gini, gue liat di salah satu commentbox FSnya. Bahkan salah dua. Atau bahkan salah tiga. Jauh banget ya. Salah tiga kan Jawa Tengah *Itu Salatiga, dodol* Intinya, ada comment yang berbunyi:

t**a (nama disensor demi keselamatan)
04/4/2008 2:00 pm

masa kata mila, lw mirip afgan, io??
iia apa??
hhehehe..

Dan ini:

c****a
04/22/2008 5:24 pm


hiahahha.

lo mirip afgan?



ehhmm. iya juga sih. ahahahha

Udah ah. Cukup 2 aja. Gue bener-bener gak tega nulisnya. Gak tegaaa.. Aaaaarghhh....

Tapi apakah benar Tyo mirip Afgan?

Sebenernya gue agak-agak mau semaput buat ngaku: emm. iya juga sih.
*Buat para Afganisme: mohon maaf sebesar-sebesarnya atas tindakan semena-mena ini.

Ternyata gak cuma gue atau beberapa comment FS yang bilang Tyo *hampir* mirip Afgan. Paling tidak, kalo misalnya kami salah, kami gila beramai-ramai.

1. Keluarga Bp. Handy Senosamudjo (yang notabene adalah keluarga dari nyokap gue yang notabene keluarga dari nyokap si Tyo juga.)
Kami bersama-sama mengakui bahwa Tyo ini emang agak-agak bermuka Afgan. Ini diidukung oleh kacamata dan tampang cute (kalo gak mau dibilang culun). Tapi kami percaya, Tyo jauh lebih item daripada Afgan.

2. Mas-mas di Hoka-Hoka Bento Pamulang.
Ini terjadi saat kami sekeluarga lagi kumpul-kumpul *dan makan tentunya*. Berawal dari inisiatif om gue yang kita sebut saja dengan inisial Om JJ, yang membuat kami *agak* yakin kalo kami masih waras dengan menyebut Tyo mirip Afgan.

Om JJ (OJ): Mas, mas. sini deh sebentar.
Mas Hoka-Hoka Bento (MH): Ada apa ya, pak?
OJ: Merasa liat artis gak di sini?
MH: *bingung* artis?
OJ: Iya. Penyanyi.
MH: ?? *dalam hati: buset ni bapak-bapak kayaknya abis mabok chicken katsu*
OJ: Ini loh, mas. *nunjuk Tyo*. Mirip Afgan gak dia?
MH: Ohhh.. eh iya. Mirip sih. Mirip.


Demikianlah. Kalau mas-mas itu masih waras, berarti kami tidak gila.

3. Seorang Ibu *nama disamarkan*
Ini terjadi saat lagi ada hajatan di rumah kakek gue yang baru (rumahnya yang baru, bukan kakek gue). Tiba-tiba seorang ibu berkata,

"Loh. Ini ya cucunya Pak Handy? Siapa? Tyo khan? Mirip Afgan ya?"

Dan diiyakan oleh beberapa ibu yang lain.
*tuh. ibu-ibu aja bilang gitu*

Uda deh. Tiga aja. Gue bener-bener nyaris semaput nulis ini. Gawat khan kalo gue mimpi buruk 3 hari 3 malam. Huff.

Yang jelas, Tyo sendiri sebagai oknum yang dimiripkan dengan Afgan suka sebel sendiri. Gue juga bingung sih kadang. Apa salahnya dimirip-miripin sama Afgan? Daripada dimirip-miripin sama Spongebob? Uda bolong-bolong, celananya kotak pula.

Dan gue pun menemukan jawabannya. Sbenernya asumsi gue sendiri sih. Tyo sebel dimiripin sama Afgan. Kenapa? Karena dia dimiripin sama Afgan, bukan Afgan yang dimiripin sama dia. *Gue tau ini bener-bener asumsi ngawur gue*.

Yah, mungkin ini semua karena nasib. Mungkin seandainya Tyo ngetop duluan, orang-orang bakal bilang,

"Ihh.. Afgan mirip Tyo ya."

*ngarep*


100% Afgan


100% Tyo (sungguh gak tega gue masang foto yang mukanya jelas. jadi klik aja di sini buat akses FSnya. huhu)

dan supaya konsisten sama judul postingnya:


100% ayam


100% telur

Adios!

July 29, 2008

Doug dan Deco. Apakah di kehidupan sebelumnya mereka adalah saudara kandung?

Apakah mungkin? Benarkah itu mungkin?

Yang jelas, post kali ini bukan berarti gue ngelanjutin post yang sebelumnya tentang wajah Doug dan Deco yang serupa tapi tak sama. Atau membahas apakah mereka benar adalah saudara kandung di kehidupan yang sebelumnya, karena gue bukan cenayang. Gue cuma mau bilang:

Gue suka sama mereka berdua.

Cuma itu.
Cukup itu.
Jangan tinggalkan aku, Fernando. *loh?*

yah, intinya emang gak penting sih. cuma karena lo uda terlanjur baca, mau gak mau ya baca juga toh? hoho.

Yang pertama adalah si mas gantheng *begitu Danis menyebutnya* Doug. Fotonya Emang uda pernah gue post, tapi untuk merefresh ingatan lo *kayak pada sudi baca post-post gue sebelum ini. hehe*, gue kasih lagi fotonya.


Beda sama yang di post dulu? Biarin. Khan bosen kalo yang itu-itu aja. Hehe.

Nama lengkapnya Douglas Seann Robb aka Doug Robb. Lahir di Agoura Hills, California, 2 January 1975 (berarti bedanya cuma 14 tahun lah sama gue. Jadi masih ada harapan *what the hell??*) adalah musisi dari Amerika yang merupakan lead-singernya Hoobastank. Dia ini salah satu lulusan dari Agoura High School yang juga pernah jadi sekolahnya Rob Bourdon, Brad Delson, sama Mike Shinoda-nya Linkin Park (Tau gitu gue dulu titip salam buat mereka ya? Halah)

Pertama gue tau keberadaan ni orang dari video klip Hoobastank yang judulnya The Reason (sekaligus gue menyadari keberadaan Hoobastank. hehe) Pernah liat blom video klipnya? Apa? belum? Yaudah derita lo. Hehe. Yang jelas di awal-awal video, ada cowo sama cewe sebrang-sebrangan (bukan, cowo itu bukan Doug). Trus senyum-senyuman.  Trus lirik-lirikan. Trus kejar-kejaran di taman. Lagu berubah jadi Kuch Kuch Hota Hai *loh?* Gak ding. Pokoknya entah gimana ni cewe nyebrang trus ketabrak mobil *oke, emang videonya agak aneh sih* Dan tiba-tiba muncul lah Doug di balik setir sebuah mobil sambil nyanyi. Bukan, bukan dia yang nabrak. Eh, tapi gue gak tau juga sih. Soalnya tiba-tiba tu cewe terkapar di belakang mobil dia. Tapi di video klipnya yang nabrak beda mobil kok. Halah. persetan dia yang nabrak atau bukan, yang jelas begitu ngeliat dia di video klip itu *untuk pertama kalinya*, gue terpana. Ternyata gue inget kalo gue harus belajar nyetir. Eh, bukan ding. Pokoknya gue terpana ngeliat dia.

Entah kenapa gue ngeliat cowo itu kok gimanaaa gitu. Bahasa ABGnya tu cute abezzz.
Mukanya imut-imut manis gimanaaa gitu. Rsany ada coklat dan stroberi *ini bukan ngebahas permen ya?* Pokoknya tipe-tipe cowo baik-baik dengan sentuhan-sentuhan agak Asia(?) atau Latin (?) *sejujurnya gue gak sejago itu nilai muka orang*. Apalagi suaranya mangstap. Cute, jago musik, suaranya oke. Wuih. Tipe gue banget. Sayang, gue bukan tipe dia haha *ngarep*.

Dari situlah gue mulai memperhatikan yang namanya Doug Robb. Bukan, bukan stalker, hanya agak-agak mata-mata dan suka nguntit *sama aja*. Gue jadi suka histeris sendiri kalo ngeliat video klip Hoobastank. Bagi gue, dia satu-satunya *Dulu aku belum ketemu kamu kok, Pram. hehe*, sampe akhirnya gue menyadari keeksisan orang ini:




Inilah dia, Anderson Luis de Souza aka Deco. Lahir di São Bernardo do Campo, Brazil, 27 Agustus 1977 (tampang lebih tua, ternyata umur lebih muda dari Doug). Dia adalah pemain bola profesional yang bermain untuk tim Portugal secara internasional, dan baru-baru ini dikontrak oleh Chelsea. Pertama kali gue liat, tampang dia gak gini ding. Lebih tepatnya gini:


Deco abis kejedug *gak tau ding. hehe*

Kurang lebih itu lah, pas dia main untuk timnas Portugal di Piala Dunia 2006. Jujur, gue bukan pemerhati bola banget dan itu benar-benar kali pertama gue ngeliat tu orang. Dan gue jadi suka karena..

Dia mirip Doug Robb. Idola gue.

Hehe. Iya gak sih? Bodo ah bagi yang bilang gak. Pokoknya gue bilang sih mirip. Dan karena gue suka Doug, akhirnya gue suka Deco. Doug dan Deco. Tuh khn namanya mirip-mirip. Pasti mereka sebenarnya saudara deh *maksa*. Dan karena gue tertarik pada Deco *yang notabene mirip Doug itu - bagi gue*, gue jadi perhatiin dia main bola, terutama pas ngebela timnas Portugal. Dan ternyata dia main bagus. Dan akhirnya gue suka dia sebagai Deco, bukan semata-mata sebagai bayangan Doug *Tsahh*. Walaupun kadang gue suka ngebayangin juga si Deco tiba-tiba nyanyi if I Were You-nya Hoobastank di tengah lapangan *bukan imajinasi yang penting*. Keren, jago olah raga, almost perfect. Kekurangannya cuma satu: dia udah nikah, punya anak pula. Huhu. Eh, tapi kabar-kabarnya sih uda cerai. Gak papa de *apanya yang gak papa??*

Yah begitulah kisah kenapa gue bisa concern banget sama dua pria itu. Jadi apa hubungannya sama judul post kali ini? Lah, khan uda gue bilang emang gak ada hubungannya. Walaupun gue yakin sih, di kehidupan sebelumnya mereka pasti saudara kandung. Atau jangan-jangan mereka saudara yang terpisah sejak kecil? Seperti di telenovela-telenovela itu loh. Mungkinkah?

I'm Yours - Jason Mraz

*Iramanya enak banget. bikin tenang :]*

Well you done done me and you bet I felt it
I tried to be chill but you're so hot that I melted
I fell right through the cracks
and now I'm trying to get back
Before the cool done run out
I'll be giving it my bestest
Nothing's going to stop me but divine intervention
I reckon it's again my turn to win some or learn some

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm yours

Well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find love love love love
Listen to the music of the moment people dance and sing
We're just one big family
And It's our God-forsaken right to be loved love loved love loved

So I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

Scooch closer dear
and i will nibble your ear

I've been spending way too long checking my tongue in the mirror
And bending over backwards just to try to see it clearer
My breath fogged up the glass
And so I drew a new face and laughed
I guess what i be saying is there ain't no better reason
To rid yourself of vanity and just go with the seasons
It's what we aim to do
Our name is our virtue

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
this is our fate, I'm yours

Well no no, well open up your mind and see like me
Open up your plans and damn you're free
Look into your heart and you'll find the sky is yours
Listen to the music of the moment come and dance with me
A lá one big family (2nd time: A lá happy family; 3rd time: A lá peaceful melody)
It's your God-forsaken right to be loved love love love

I won't hesitate no more, no more
It cannot wait, I'm sure
There's no need to complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

No please, don't complicate
Our time is short
This is our fate, I'm yours

No please, don't hesitate
no more, no more
It cannot wait
The sky is your's!

July 28, 2008

Tour de Batavia part 1. *hayo ngaku siapa yang belum pernah ke Monas?? hoho*

Hari Selasa lalu (22/07),  siang-siang, panas-panas, gue di rumah jadi pengangguran. Tiba-tiba sohib-sohib gue yang tak terpisahkan *dan seringkali juga partner in crime*, Khrisya *atau biasa disingkat Qsya* sama Tea nelpon gue. Dan dengan nyaringnya mereka berkata:

"Sekaaaar.. kita lagi di museum gajah. Di rumah lagi apaaa? Ngangguur yaaa?"
*pake tanya lagi. huh*

Tentu saja bikin gw sirik setengah mati. Sebenernya sebelumnya mereka uda ngajak gue sih. Qsya ceritanya mau ambil apa gitu di kampusnya, trus baliknya jalan-jalan dulu. Tapi apa daya gue masih ada katekisasi *semacam pelajaran agama di gereja sebagai syarat baptis*, dan gak bisa diganggu gugat. Huhu.

Gue pikir mereka mau jalan-jalan ke mana gitu *biasanya mereka hobiinya nongkrong di Pondok Indah Mall. hoho* Kalo gitu sih gue gak sirik-sirik amat *karna pas hari itu gue lagi bokek sih. hehe* Tapi gak nyangka ternyata mereka jalan sampe ke museum. *Belakangan gue dapet sms juga kalo mereka mampir di pasar Blok M. Aaaa.. Mamaaaaaaa..*

Tapi untunglah mereka ngerti perasaan gue *mereka juga ngaku loh, ngerasa kehilangan kalo jalan-jalan tanpa gue haha! :D * Jadi, kita susun rencana jalan-jalan lagi. Gak tau lah ke mana pokoknya jalan-jalan hari Rabu-nya (23/07). Yippie!

Jadilah malam itu gue nginep di rumahnya Qsya yang notabene berjarak beberapa rumah dari rumah gue *gak beberapa juga ding. agak ujung ke ujung soalnya. mungkin lebih tepatnya: beberaaaaaaaaapa. hehe* Soalnya, rencananya pagi-pagi ikut dia ke kampus dulu di daerah Semanggi sana *kita sebut saja dengan inisial Atma. halah*. Berangkatnya bareng bokapnya. Nanti kita ketemuan sama Tea di daerah sana juga, soalnya Tea mau ujian dulu *masih jaman ya ujian, Te? hehe* Kampus Tea khan deket situ juga *kita sebut saja dengan inisial LSPR*. Emang ni dua orang kampusnya deketan, bisa pulang pergi bareng. Lah gue? Huhu. Dunia kadang terasa tidak adil!!!! *kok malah curhat* Tadi sampe mana ya? Oia, ketemu di deket sana. Nah dari situ naik busway ke entah-ke -mana-pokoknya-jalan-jalan! :D

skip sampe besoknya aja ya *soalnya malemnya penuh cerita-cerita gak penting, kayak gue makan sate padang abis 18 tusuk pake ketupat, trus kekenyangan. Tuh khan gak penting?*. Jadi besoknya pagi-pagi gue ikut Qsya ke kampusnya itu. Sempet sarapan *yang notabene berasa makan siang. Udah jam 12 siang sih* di Pelangi *plaza Semanggi bagi yang belum tau*, trus ketemuan deh sama tea di shelter busway. Niatnya mau berhenti di halte Karet, tapi akhirnya kebablasan sampe halte Setiabudi. hehe. ketemuan sama Tea di sana dan.. ready to go! Naik busway, pastinya. *sbenernya kalo gue gak salah term busway itu berarti jalur bus, dan nama busnya TransJakarta. tapi ya gpp de, terlanjur ngetop pake nama busway. Hehe*

Niat awal gue, gue pingin ke pasar Blok M. Mupeng doank sih, denger cerita Qsya kemarin yang beli tas batik di sana dengan harga 40.000 *walaupun bagi gue sih tetep mahal. hehe* Gak tau dapet inspirasi dari mana gue pingin nyari kaos di sana. Biarlah gampang belel, yang penting khan murah. Rusak ya beli lagi. Haha. Tapi rupa-rupanya si Qsya ngidam ke museum. Yauda, dengan syarat pulangnya mampir di Blok M, kita pun meluncur ke daerah istana negara sana.

Turun dari busway, panas matahari langsung menyengat. Bused dah Jakarta, panas beneer.. Qsya yang ngeliat monas, tiba-tiba ngidam juga pingin ke sana. Tapi kita masuk museum nasional dulu, secara tiba-tiba gue juga jadi penasaran pingin ke sana *gila, terakhir gue ke sana tu SD*. Tiketnya masih murah. Satu orang dewasa cukup 750 perak. Kalo mau liburan pintar dan murah, mari ramai-ramai ke museum. Hoho.

Kecuali ada bangunan baru, isinya banyak yang gak berubah sejak gue terakhir ke sana *pantes aja tiketnya tetep murah*. Tapi tetep gue jadi excited di dalam sana. Gue yang awalnya gak begitu semangat malah jadi paling niat, terutama buat foto-foto. Akhirnya gue pun sempat berfoto sama patung-patung keluarga purba yang bahagia.

Lihat deh, manis-manis ya? *bukan manusia purbanya, tapi gue dan Tea. haha*


Sebenernya di samping patung purba ini ada gua buatan. Di dalam situ ada fosil manusia purba berupa kerangka yang dimasukin di kotak kaca. Tadinya gue menawarkan foto di situ tapi Tea dan Qsya malah bergidik. Entah apa yang salah *pura-pura polos. hehe* Oh iya, bagi yang terakhir kali ke museum ini pas SD *kayak gue. hehe*, gedung museumnya uda ada yang baru, walaupun isinya belum banyak. Jadi gak rugi sih kalo mau liat-liat lagi.

Setelah muter-muter di museum nasional, kita nyebrang ke monas. Lumayan jauh juga sih jalan kaki dari museum ke sana. Tapi begitu sampe gerbang, excited banget jadinya! hoho. Mungkin terdengar agak norak ya. Tapi yang ngaku orang Jakarta, siapa yang belum pernah ke Monas hayo ngaku! *Gue pernah kok waktu kecil. hehe* Sekedar jalan-jalan dan refreshing, tempat ini asik juga buat didatengin, bahkan berkali-kali pun.

Tea dan Qsya excited liat monas. hehe.


Dari gerbang monas, disediain semacam mobil gandeng kecil *yang didesain kayak kereta* yang nganterin pengunjung sampe ke gerbang utama monas *alias jalan masuk ke dalem*. Dan terus terang, mobil gandeng ini berguna banget keberadaannya *Kecuali bagi lo semua yang pingin diet. Boleh sekalian jogging dari gerbang sampe pintu masuk. hehe* Sebenrnya asik juga sih naik sepeda di areal monas. Asal jangan pas terik-teriknya Jakarta aja *kecuali lo pingin olahraga sekaligus berjemur*

Si mobil gandeng nurunin kita tepat di tangga turun menuju pintu masuk yang notabene ditempuh melalui jalur bawah tanah. Sebenernya si supir uda bilang pake toa, cuma karena kita keasikan sendiri jadi gak nyimak apa yang dia bilang. Akhirnya kita agak-agak bingung juga nyari pintu masuk monas *maklum ya, udah lama banget gak ke sana. hehe* Sialnya, tu supir tau aja kita bingung. begitu kita sampe tepat di depan monas tiba-tiba dia ngomong pake toa:

"Pintu masuk lewat jalur bawah tanah, terletak di seberang monumen nasional. Sekali lagi saya ulangi, terletak di seberang monumen nasional..!!"

Uh sial. Ya gak usah toa gitu juga kali ya. Daripada malu, kita sok cool aja dan pura-pura emang sengaja mau foto-foto di situ. hehe. *Piss, pak supir*

Qsya dan gue di depan monas. Muka kita gak keliatan? Bodo amat, khan fokusnya monas. Hehe. Ni sebenernya kita bingung masuknya. Tapi lumayan lah jadi bisa foto-foto :p


Setelah puas foto-foto *plus nungguin si supir sampe pergi. hehe*, kita pun nyebrang dan turun lewat tangga menuju penjualan tiket masuk. Seru juga, ngelewatin lorong-lorong panjang sampe akhirnya ketemu loket penjualan tiket. Untuk terusan sampe ke puncak monas, tiket mahasiswa dan pelajar harganya Rp 3.750 *gak kayak di Dufan, Seaworld, museum, atau bahkan angkot yang menganggap mahasiswa uda punya penghasilan sendiri, jadi bayar penuh. hehe* Dan segera setelah dapet tiketnya, kita semangat banget menuju puncak!

Menuju puncak monas gak harus dengan ikut audisi, dikarantina, terus konser tiap minggu *itu menuju puncak-nya AFI kali ya?*, tapi lewat lift. Bisa disebut juga the best lift in Monas. Jelas aja the best, wong cuma satu-satunya. Rada jiper juga sih. Bayangina ja, yang dateng seabrek, puncaknya tinggi banget, dan lift ini harus bekerja naik turunin orang-orang sampe monas tutup. Apa dia masih kuat bekerja? Tapi tiap gue bilang gitu ke Qsya dan tea, mereka pasti nyuruh gue diem. Entah apa yang salah *pura-pura polos lagi. Hehe*

Akhirnya, setelah ngantri panjang, berdiri di lift yang cuma nunjukkin angka 1 sampe 3 *cuma dari lantai 1 ke 3 lamanya minta ampuun*, dan satu lift sama bule cakep dari Belanda *halah*, tour guide yang lebay dan bahasa Inggrisnya agak aneh, dan rombongan ibu-ibu dari Medan *horas bah!*, sampai juga kita di puncak monas. Wihh. Anginnya kenceng juga. Enak buat tidur. Sampe-sampe Tea ngajak nginep di sana *gak ding*. dari atas, pemandangannya fantastis banget! Kita bisa liat jakarta dari atas *iya lah, masa liat Surabaya? ya gak nyampe*, bahkan gue bisa liat rumah gue dan adek gue yang lagi berjemur di genteng *gak mungkin ding. hehe*. Di sana disediain 4 teropong. Jadi pengunjung bisa liat-liat dari 4 sisi, Utara, Timur, Selatan, dan Barat *hayo, pelajaran mata angin pas pramuka dulu lulus gak? hehe*

Tea, Qsya, dan gue jadi model iklan kacang di puncak monas *ngarep*


Udah puas di puncak monas, kita turun dunx *Sayang gak jadi nginep. loh?*. Perjalanan selanjutnya ke museum sejarah RI *gue lupa deh nama pastinya. hehe* yang terletak di basementnya monas. Di sini bisa liat diorama *alias miniatur yang kecil-kecil itu* dari peristiwa sejarah Indonesia. Mulai dari jaman perang sampe kemerdekaan, plus ada penjelasan sejarahnya. Yang buat diorama itu pasti cerdas banget deh. Soalnya mukanya mirip-mirip sama aslinya *kayak gue pernah liat aslinya aja. Hehe*. Tapi asli emang keren banget. Pas banget waktu itu juga ada pameran foto, dari pembuatan monas, peresmian, pemugaran, pembuatan diorama, ada semua di foto-foto itu. Tambah kagum de gue.

Kita berasa jadi raksasa :p


Keluar dari museumnya, niatnya mau udahan. Eh ternyata yang bangun monas ni emang tau aja de hobi kita *foto-foto*. Di luar, di pojok-pojoknya *jadi ada 4 pojok*, masing-masing ada jejeran patung-patung gips. Mulai dari yang temanya profesi *ada patung fotografer, pelukis, dsb* sampe dewa-dewi. Langsung de kita muter ke tiap pojoknya demi foto-foto. Puas lah pokoknya. Bodo amat de agak-agak lebay sekali-sekali. Toh gak tiap hari kita ke monas. Haha.

gue dan Qsya foto sama patung pemanah dari kisah pewayangan *sayang, gue gak tau namanya. hehe* Liat deh tampang Qsya mupeng bgt. Hoho.


Gak jelas ini apa, pokoknya fotooo...



Puas foto-foto, kita pun akhirnya sadar kalo patung-patung itu pasti uda bosen sama kita. Hehe. Jam stengah 4 kita cabut dari sana. Dengan mobil gandeng yang membawa kita kembali ke gerbang, berakhirlah perjalanan hari itu di monas. Ups, tapi belum berakhir perjalanan hari itu. Karena kita masih menuju shelter busway ke arah Blok M! Yay!!


Tampang-tampang biasa dipingit akhirnya boleh keluar. *Lebay*

Ngedit layout sampe jam setengah 4 pagi. Hoho.

Huff. Gagal deh bangun pagi hari ini. semalem *tadi subuh sih* keasikan ngurusin layout blog sampe jam setengah 4 haha.

Mulai dari header *yang ada tulisan the memoirsnya* itu buat dulu backgroundnya di adobe, trus baru upload ke blogger.

Abis itu cari2 widget yang pas buat nambah2 blog gw. Akhirnya cuma jam itu doank yang nancep di hati *halah*

Trus buat banner yang pertamanya gagal. Masa begitu banner diklik nyambungnya ke link gambar bukan link blog gw. Haha.

Makasi banyak buat trik-tips.blogspot.com yang uda kasi banyak masukan buat memperbagus layout blog gw. heheh. Asoii bener lah yang punya. Pinter banget dia :D

Dan buat yang bersedia mampir di sini, sekali lagi saya bukan penulis handal. Makanya deskripsi blog saya cukup "just wanna write what I wanna write"
Kalo Indonesianya ya kira-kira "suka suka gue lah". Hehe. Saya gak mau terpaku pada batasan tertentu buat nulis post2 di blog ini. Jadi kalo rada acakadul, maap maap sori ye. Hoho.

Gracias y adiós, amigos!

FriendsterSkins.Net

July 27, 2008

Don't they look similar?



Douglas Seann Robb - Lead Singer Hoobastank

dan



Anderson Luis de Souza aka Deco - pemain bola kelahiran Brazil yang bermain untuk timnas Portugal

Gue selalu melihat mereka berdua mirip. Sampe-sampe suka ngebayangin Deco nyanyi dan si Doug main bola. hehe.

July 26, 2008

Dear God - Avenged Sevenfold

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find
While I recall all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there
Back where I'd love to be, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

There's nothing here for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
and all the shops are closed
Can't help but think of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through, oh yeah

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

Some search, never finding a way
Before long, they waste away
I found you, something told me to stay
I gave in, to selfish ways
And how I miss someone to hold
when hope begins to fade...

A lonely road, crossed another cold state line
Miles away from those I love purpose hard to find

Dear God the only thing I ask of you is
to hold her when I'm not around,
when I'm much too far away
We all need the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
’Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing you again oh no
Once again

watch the video