September 08, 2008

Jadi The Book of Lost Things karya John Connolly adalah..

Wew, saya baru menyadari kalo post sebelum ini agak weird. Tapi saya rasa itulah enaknya jadi blogger, mau nulis apapun terserah khan? ha ha. Jadi, saya baru aja nyelesein satu buku karya John Connolly: The Book of Lost Things. Kayaknya judul buku ini juga sudah sempet saya singgung dengan hebohnya di post-post sebelum ini deh. Saya begitu terinspirasi *ciee. bahasanye tang mentang anak sastre..* dan saya akan membagi kebahagiaan ini dengan kalian. Mohon doa restunya. Diharapkan ucapan bukan berupa doa atau karangan bunga saja.

Inilah dia, buku legendaris itu *gak juga ding. Ini termasuk buku baru. Tapi saya yakin akan jadi legenda. Ho ho*

Sampul buku berwarna ungu, dengan ornamen-ornamen kuning dan tulisan plus sedikit gambar berwarna putih. Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama dan harga *kemaren sih* sekitar 60rban gt deh *agak-agak lupa juga ni hehe* Dan di sampul belakang, bagian kanan bawah ada tulisan: novel dewasa. Awalnya saya pikir agak lebay deh. Masa ginian aja novel dewasa. Khan juga banyak tu VCD-VCD yang sebenernya porsi remaja ditulis untuk dewasa, porsi anak-anak boleh nonton aja ditulis remaja. *Jadi tipe-tipe Dora The Explorer baru disebut semua umur.* Tapi begitu saya baca novel ini, walah. Agak-agak serem juga sih. Ceritanya imajinatif model-model Narnia gitu, tentang anak kecil yang nyasar di dunia lain terus jadi pahlawan. Cuma emang sadis. Kayak misalnya diceritain gimana kepala dipenggal trus digantung di pelana kuda *ups*. Yeah.. those spooky things. Walaupun ini bukan horror modelnya setan yang loncat-loncatan, ngesot-ngesotan, ayun-ayunan, enjot-enjotan, atau perosotan *kayaknya ketuker sama taman kanak-kanak deh. halah*. Tapi tetep aja thriller. Saya aja bacanya suka merinding disko sendiri. Merasa hanyut dalam cerita. Kadang-kadang suka gemeteran dan ada perasaan takut plus deg-degan. Apalagi kalo bacanya sambil selonjoran di tengah jalan tol. Pasti lebih serem *yaiyalah*

Tokoh utama dalam cerita ini adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun *atau 14 ya? saya juga kurang begitu jelas ni. pokoknya segituan de. hehe* bernama David. Dia ni hobi banget baca buku. Ibunya juga punya hobi yang sama. Kebanyakkan buku-buku yang dibaca tuh dongeng-dongeng gitu deh. Sampai pada akhirnya si Ibu meninggal karena sakit.

Selang beberapa lama, Ayah David menikah lagi sama seorang wanita bernama Rose. Dan mereka memiliki seorang bayi laki-laki yang diberi nama Georgie. Nah, si David ini bener-bener gak seneng sama keluarga dia yang baru. Bahkan gak mau nganggep mereka keluarga. Dia merasa Rose dan Georgie udah ngambil ayahnya. Nah, setting cerita ini adalah pas lagi seru-serunya perang zaman Nazi. Diceritakan kalo sang Ayah dapet kerjaan di pemerintah sebgai penganalisa kode-kode perang. Mereka pun pindah di rumah Rose yang besar banget di pinggir kota London.

Di situ David tidur di bekas kamar paman Rose yang ternyata juga punya hobi membaca. Di kamarnya banyak buku-buku. Tapi ada buku-buku yang gak biasa, seperti dongeng-dongeng yang akhirnya gak seperti dongeng kebanyakkan. Banyak cerita yang diubah, ditambah-tambah pake tulisan tangan sendiri. Karena penasaran, David nanya ke Rose perihal pamannya. rupanya, paman Rose yang bernama Jonathan itu menghilang waktu umur 14 tahun bersama saudara tirinya, Anna, yang baru 7 tahun saat itu. Sejak saat itu mereka tidak pernah kembali lagi. Makanya demi mengenangnya, kamar Jonathan dibiarkan begitu.

Suatu malam, David medengar suara ibunya manggil dia *wadaw*. Akhirnya dia berjalan sampai ke sebuah kebun yang cekung terus merayap masuk ke dalam sebuah batang pohon. Dari situ akhirnya dia bisa sampai di suatu negeri asing yang tak bernama. Di sana dia menemukan makhluk-makhluk aneh, berbahaya, dan anehnya, beberapa dari mereka seperti sangat dekat dengan David. Kayak deja vu gitu deh. Di sana juga ia menemukan bahwa dongeng-dongeng yang selama ini dia tahu gak seindah ITU. Wew. Siapa sangka Snow White bukannya diracunin sama Ibu Tirinya atau Putri Tidur bukan putri cantik jelita yang baik hati. Nah loh.

Ditambah lagi, untuk keluar dari sana dia harus bertemu dengan sang Raja yang konon punya Kitab Tentang yang Hilang. Apa itu? Dan ada lagi sebuah makhluk yang mengintai setiap gerak David dalam perjalanan menuju kastil Raja dan diam-diam membantunya mencapai kastil tersebut. Tapi dia bukan makhluk baik. Dia adalah makhluk tak bernama yang ingin membuat kesepakatan dengan David. Apa itu? Dan apakah 'hal tak berharga' yang dimintanya dari David?

Wew.

Saya jadi merinding nulisnya. Udah de, kalian baca sendiri aja. :D

N.b. Sekarang saatnya saya baca Twilight. Hahah.

1 comment:

  1. kayaknya elo sering jalan-jalan ke toko buku ya kar, boleh nitip liatin ga? gue lagi mau cari Pixar Touch, yang nulis David A. Price. kayaknya belum ada yg bahasa indonesia deh. Ada gak ya? gue belum sempet ke toko buku nih..

    ReplyDelete

Have any comment? Come on, I know you do! ;)