September 07, 2008

Mengapa akhir-akhir ini saya tak pernah menulis lagi?

Well, sebenarnya judul di atas bisa dikatakan kurang tepat. Pertama, kata 'akhir-akhir ini' tidak jelas: dalam jangka waktu berapa lama, kapan bisa disebut 'akhir-akhir ini' dan kapan tidak bisa disebut demikian, dan sebagainya. Kedua, jelas salah kalo dibilang saya tak pernah nulis. Lah, akhirnya pada saat ini saya nulis. Iya khan? Ah sudahlah. Sebenarnya bukan hal penting. Lagian saya tau kalian cukup cerdas buat tau maksud judul di atas.

Belakangan ini saya memang puasa blog. Bukan latah karena ini memasuki bulan Ramadhan. Bukan pula karena koneksi internet saya mendadak jebol atau komputer saya meledak karena terlalu sering dipakai adik saya *ini jelas berlebihan*. Bukan juga karena saya terlalu sibuk jumpa pers dan manggung sana-sini *ini mah ngarep*. Yah.. saya terlalu sibuk keliling dunia *boong ding. Masa kalian percaya sih?*

Sebenarnya semua karena kuliah. Ya. Salahkan dia. Salibkan dia sekarang juga!! *halah*. Bukan, bukan karena kuliah yang berat atau banyak tugas seperti teman-teman saya di sosiologi yang menginjak semester 3 *no offense ya, teman-teman. Saya selalu mendukung kalian dalam doa sebelum tidur dan sebelum makan kok. Semangat!*. Bukan juga karena jaket almamater saya yang berwarna kuning itu *jelas gak ada hubungannya*. Tapi saya terlalu larut dalam euforia pindah jurusan yang menempatkan saya pada jurusan impian itu. Oh, sastra.. nikmat sekali dirimu. Haha.

Sebenarnya tadi saya cuma ingin menjelaskan mengapa saya jarang ngepost lagi. Saya tau itu penting buat kalian, bukan? Hahaha *pletak!*. tapi yasudah, saya jelaskan sedikit mengenai kuliah saya di jurusan baru. Anyway, kalian tau khan kalo saya pindah jurusan? Iya, saya jadi maba lagi. Dan tentu saja harus menjalani rutinitas maba (baca: ospek) lagi! huh. Mana belum selesai pula. Bayangkan, sabtu minggu depan *13-14 September* saya masih ada mabim (masa bimbingan gitu deh). Uda gitu yang jadi mentor kelas saya anak 2007. Padahal dulu waktu saya ospek di Fisip, mereka juga susah payah ospek di FIB. Sekarang mereka mengospek saya. Saya tau itu resiko dan kewajiban atas pilihan saya, tapi apa saya gak boleh gusar, berkeluh kesah, dan merana? Saya gak akan bahas ospek mengospek daripada saya makin emosi dan bikin lagu ngalahin lagunya Alm. Benyamin S. yang judulnya "Kompor Mledug", yakni "Komputer Mledug".

Singkat cerita, saya sudah mulai kuliah. Dan.. wow! Begitu nikmatnya sastra. Oke, mungkin terlalu dini buat langsung menjudge sastra itu seperti apa secara.. total saya kuliah di sastra baru seminggu. Hehehe. Tapi kesan pertama begitu mempesona sih. *halah*. Saya dihadapkan pada 3 mata kuliah wajib fakultas buat semester 1: Bahasa Inggris 1, Pengantar Kesusastraan (Pekasus), dan Pengantar Lingusistik Umum (PLU). Dan secara taun lalu saya uda ambil 12 SKS mata kuliah wajib universitas (yang jadi momok buat maba semester 1-2. Sabar ya, teman-temanku. hehe), saya bisa ambil mata kuliah semester 3 berjudul *halah. kyk film aja pake judul*: Pengetahuan Kebudayaan Amerika. Kita singkat Amrik saja *maksa*.

Mungkin karena saya suka, makanya saya bisa bilang nikmat. Gimana gak? B.Inggris 1 isinya 4 aspek Bahasa Inggris: speaking, writing, reading, listening. Buat yang gak suka B.Inggris, saya bisa jamin mereka semaput dihadapkan sama pertemuan yang seminggu 6X75 menit itu. Tapi saya suka. Jadi gimana donk? Kalo Pekasus beda lagi. Intinya memperkenalkan apa itu sastra. Kalo masalah mata kuliah dan tugas jelas bikin saya shocked. Bukan, bukan shocked stress tapi bahagia. Masa saya diwajibkan baca 1 novel B.Inggris berjudul Charlotte's Web *iya, filmnya uda ada tuh. yang main Dakota Fanning*. Kuliah wajib baca novel? Itu baru ajib. Lalu, PLU. Ya.. bisa ditebak. kuliahnya gak jauh-jauh sama bahasa. Dan si Amrik itu? Jelas kita belajar tentang kebudayaan Amerika. Mulai dari sejarah sampai kebudayaan yang ada sekarang ini. Dan itu diselingi dengan melihat cuplikan film dan mengkaitkan dengan artikel, diskusi-diskusi, dsb. Wow, selamat tinggal Sistem Ekonomi Indonesia! hahaha :D

Yah.. Doakan saja euforia ini bukan euforia sesaat seperti Pemilu yang kalo udahan, udah ketemu presiden yaudah. Sibuk cari salah dan kekurangannya pemimpin negara yang baru. Semoga ketertarikan saya bisa bertahan lama. Amin.

Singkat cerita *dari tadi katanya singkat, tapi jadinya panjang ya?*, saya terlalu larut dalam masa adaptasi dan kenikmatan sastra. Jadi blog saya terbengkalai deh. Harap maklum ya. Khan saya mabaaaa... *wink wink*. Saya akan kembali secepatnya kok. Saya tau kalian merindukan saya *pletak!*

N.b. Saya lagi baca novel karya John Connolly. Judulnya The Book of Lost Things *Saya suka keliru dengan nyebut itu The Lost Book. Ketuker sama The Lost World karya Sir Arthur Conan Doyle. Iya itu jauh banget sih. huhu. Pletak!*. Ceritanya gak biasa. Imajinatif semacam Narnia gitu-gitu deh. Tapi yang satu ini hebring bangget bo! Nanti kalo saya uda selesai baca, saya review buat kalian ya! Oia, setelah itu saya juga mau baca Twilight *yaoloh. telat banget gak sih?* Tak apa, tiada kata telat untuk membaca buku.

Stay tune di sini ya. Ho ho.

Hasta la vista. Muach :*

7 comments:

  1. haha, baru sebulan jadi anak sastra gaya nulis lo udah brubah kar. hehe... jadi pindah jurusan itu mrupakan keputusan yang tepat yah. Congratulation!

    ReplyDelete
  2. aaahh enaknyaa kuliah di sastra.. jadi pengen.

    doakan supaya saya bisa masuk sastra prancis! :D

    ReplyDelete
  3. ms.dira: ya begitulah, bu.. saya bahagia. semoga ini happily ever after ya *halah*

    cemara: sebelum sampai sastra, lewati dulu tuh pelajaran2 IPA IPS yang mengisi hari2 lo huahuahua.

    ReplyDelete
  4. btw, cem, di tempat gw ada anak sastra perancis 2004 pindah ke sastra inggris. haha. jgn pikir sastra perancis semudah ITU. gahaha.

    ReplyDelete
  5. FYI, di tempat gue juga ada anak sastra prancis pindah ekstensi psikologi. Berarti belajar psikologi lebih mudah dari belajar sastra prancis (loh).

    ReplyDelete
  6. FYI, temen gw ada yg nyoba umb ma spmb psikologi gak dapet2. berarti masuk psiko susah sekali. huhuhu.

    ReplyDelete
  7. Masuk psikologi bisa jadi susah, karna peminatnya banyak. tapi belajarnya belum tentu susah. hehe..

    ReplyDelete

Have any comment? Come on, I know you do! ;)