October 01, 2008

stfu. *tolong! saya belum menemukan judul lain selain ini. lol*

You act like you're right
You say the words like you're the truth
but we all know, that you're not

*
cause in every single word you say,
you show the mistake you should pay
and in every single thing you do,
you let everyone knows what's going through

Chorus:
So why don't you, why don't you just shut up?
and throw all your arrogance away
life is fair, baby,
don't you worry?
that someday you will be sorry
Just stop that nonsense, speak your guilty
I guess it will be better for you

Yes you put the angel face, but
I know you curse behind my back
Everybody knows, girl, you can't help yourself

*
Chorus

So bad that you can't hide your fault,
It's getting worse cause you realize, realize
But so pathetic, you don't have time to apologize

Chorus

*Yea. mau tidak mau saya ingin berterima kasih kepada -dan terutama- dia, atas semua "sesumbarnya".
Sangat menginspirasikan saya untuk menulis lirik ini.
Yes it's all about you. Lol.*

Dahulu aku suka menulis puisi dan lirik lagu.

*Judul yang aneh*

Tapi yah memang demikian adanya. Dulu saya suka banget nulis puisi dan atau lirik lagu. Mulai dari yang tersusun rapi di satu buku, agak tercecer di binder atau halaman belakang buku pelajaran *ketauan deh saya ngapain aja waktu pelajaran*, hingga yang bener-bener saya gak tau ada di mana karena saya asal tulis aja di kertas selembar. Kadang-kadang fungsi dua hal itu saya tukar-tukar. Niat mau nulis puisi akhirnya jadi lirik lagu. Niat mau nulis lirik lagu akhirnya jadi puisi. Tapi memang puisi dan lirik lagu adalah dua hal tak terpisahkan, bukan? *apa sih saya makin ngaco. bletak!*

Tapi itu dulu. Sekarang saya bisa dibilang jarang nulis puisi atau lirik lagu. Gak tau kenapa, tapi saya seperti kehilangan memori tentang hobi saya yang satu itu. Jahh. Aneh.

Tapi entah kenapa tiba-tiba saya ingat kalo saya suka nulis puisi dan lirik lagu. Jadi mumpung saya inget, saya mau nulis ah.. Kali ini saya mau nulis lirik lagu. Ya gak tau lagi kalo jadinya nati puisi.




Saya pikir-pikir saya nulisnya di lembar baru aja de.
Prolog yang gak jelas begini bikin estetika berkurang *halah*