November 20, 2009

Confession of a Shopaholic.

Gue gak tau ini terlambat atau gak, tapi gue baru merasa mungkin gue telah terjangkit virus shopaholic.

Shopaholic. Virus berbahaya yang membuat penderitanya gila belanja. Addicted to shopping. Membuat penderitanya menjadi.. ehm, of course, a shopaholic.

Dan gue menarik kesimpulan itu berdasarkan ciri-ciri yang mendadak muncul di diri gue sendiri. Entah bener atau gak kesimpulan gue itu, tapi tampaknya demikian.

1. setiap kali gue nerima gaji ngajar, gue terlintas pikiran buat membeli sesuatu. entah terealisasikan atau gak, pokoknya itu yang terpikir pertama kali.
2. setiap gue cek facebook, yang pertama gue liat adalah page-nya online-shops.
3. oh dan gue memang mengelompokkan para online-shop itu dalam satu grup sendiri, jadi gue bisa liat news-update mereka dalam satu page.
4. gue punya satu langganan online shop di facebook dan 2 minggu belakangan ini, setiap dia upload foto-foto koleksi terbaru, gue pasti beli. *minggu ini ada yang baru lagi dan gue sangat memohon pada Tuhan, semoga gue diberi kekuatan :(
5. pada saat gue belanja di pikiran gue adalah: gue butuh ini kok, ini investasi. tapi setelah itu, baru disadari sebenarnya tidak. *they're still cute though ;p
6. perasaan pada pra-belanja, belanja, dan pasca-belanja sangat beda. pra-belanja adalah di mana saat gue merencanakan membeli sesuatu, dan itu bisa terbayang-bayang terus loh. yeah, bahkan sampe kebawa mimpi. masa belanja adalah masa yang seru. sensasi milih, nyoba, ah.. bener-bener gak bisa diungkapkan. dan pasca-belanja? well, puas sih. tapi ibarat orang makan terus kenyang, ya udah. that's all. gak ada perasaan menggebu seperti sebelumnya. dan ibarat orang yang lapar lagi dan makan lagi, pra-belanja dan belanja yang selanjutnya bikin excitement itu muncul lagi.
7. window shopping can be a cause of nightmare. u know, it makes us want something so bad. arrgh!
8. gue merasa sangat mudah di-persuade untuk beli sesuatu.
9. gue tau loh toko-toko mana aja yang reliable untuk ukuran kualitas dan harga, terutama online-shops. *well perhaps this one is positive haha.
10. i can easily change my desire. mungkin tadi gue pingin beli sepatu. tau-tau beberapa jam kemudian gue terpikir pingin beli shawl. lalu besoknya gue terpikir pingin beli blazer. eh gak taunya yang dibeli malah sweater. dan yang lainnya? pending, BUKAN cancel.

and last but not least (and perhaps the numbers will keep growing)
11. SALE is a really sacred word! padahal kadang sale juga ada yang boong. logikanya, gak mungkin lah si toko gak dapet untung, alias jual balik modal atau rugi, kecuali barangnya udah gak layak. kadang, sale itu adalah potongan dari harga yang jauh lebih mahal dari harga asli. and what we get after sale? well, the real price. tapi tetep aja, kata SALE ini menggoda sekali ;p

well, gue berharap gue bukan tingkat akut. dan gue merasa, gue belum mencapai tingkat akut kok. bukan 'belum' deh, melainkan 'gak' (ngeri juga jadinya). tapi ibarat seorang alay yang tidak merasa dirinya alay (maaf ya, gue bingung cari perumpamaan lain. hehehe), gue takutnya gue udah mencapai tingkat berbahaya tapi gak sadar.

gak gitu kan, teman-teman? gak kan? beneran gak kan? jawab donk.. jawab.. (sambil menangis-nangis terngesot-ngesot ala sinetron)

now the question is: why. why do i love shopping?
oke, kalo alasan gue sendiri, belanja itu punya sensasi sendiri. kayak yang tadi gue jabarkan di poin nomor 6 sih. milih-milih barang sampe menjatuhkan pilihan di satu yang pas dan sreg di hati itu bener-bener exciting!

but here, my question is why. why should so?

kayaknya gue dulu gak gini-gini amat deh perihal belanja.
dan sejujurnya, gue gak menyarankan lo semua untuk.. yah, doyan belanja.

shopping. what is it?
is it a reflection of never-satisfied human? or is it just.. well, plain hobby?
what is it about?
having the stuff? or is it actually the great feeling of hunting it?

No comments:

Post a Comment

Have any comment? Come on, I know you do! ;)