November 14, 2009

Oh Facebook, you're my brand of heroin.

Apakah lo doyan online? Apakah lo bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer? Apakah lo jaga warnet? Wajar kalo begitu. Tapi sekarang gini, apakah lo lebih banyak menghabiskan waktu di salah satu situs jejaring teman yang belakangan ini semakin naik daun (terbukti dengan semakin marak alay bertebaran di dalamnya)? Bukan, gue bukan bicara tentang ulat (ulat kali naik daun), gue berbicara tentang:

*drumroll*
Facebook!
*casss*

Lo boleh berdalih, boleh mengelak, boleh ngeles, boleh apapun saja yang artinya sama kayak kata-kata itu, tapi siapa tahu ternyata Facebook udah menjadi bagian penting dari hidup lo. Lo udah kecanduan, dan Facebook lah candunya; Your brand of heroine (ah sedaaap). Jadi, untuk langkah antisisapi, eh maksud gue.. antipisasi, eh maksud gue.. antisipasi, lo bisa baca ciri-ciri Facebook addict berikut ini. Atau mungkin lo merasa cukup ingin tahu saja, tak perlu tempe ataupun hati ampela, bisa pergi ke warteg terdekat (?). Maksud gue, kalo lo cuma pingin tahu aja apa ciri-cirinya, juga bisa baca. Apakah ada 1 ciri yang melekat di diri lo? Atau justru semua? Here we go:

*drumroll lagi*
Ciri-ciri Kecanduan Facebook

1. Bangun tidur ku terus facebook-an.
Nah ini dia. Kalo lo udah mulai seenak jiwa ganti lirik lagu 'bangun tidur kuterus mandi', kemungkinan besar lo udah kecanduan Facebook. Bahkan mungkin liriknya buat lo berubah jadi 'bangun tidur kuterus facebook-an sampai lupa mandi'. Gue gak akan men-judge elo apakah ini baik atau buruk buat kesehatan lo. Yang jelas, ini sangat berbahaya buat kesehatan orang-orang yang serumah atau sekamar sama lo. Ya iya lah, emangnya enak nyium bau orang gak mandi dari pagi? Nah fenomena buka facebook di pagi hari, bahkan kadang mendahului ngulet ini (atau bahkan mendahului buka mata? wow. Facebook bisa bikin lo secanggih Deddy Corbuzier), gak cuma lewat komputer loh. Sekarang kan ada opera mini yang bisa bikin lo online facebook secara mobile. Moreover, tersedia juga BB (BlackBerry) atau BBB (Bukan BlackBerry *tapi mirip*) yang bisa mendukung kegiatan per-online-an lo di mana saja, kapan saja. Jadi apakah lo termasuk pengguna facebook di pagi hari?

2. Gak pake bangun tidur kuterus facebook-an.
Nah kalo yang ini lebih ekstrim dari ciri pertama. Gak pake bangun tidur ku terus facebook-an. Gimana mau bangun tidur, wong tidur aja gak. Istilah lain adalah "begadang bersama facebook". Gak peduli libur, gak peduli besoknya sekolah, kuliah, atau ke kantor.. kegiatan per-facebook-an jalan terus menerjang waktu! Gue juga gak mau nge-judge sih, apakah kurangnya jam tidur akan berakibat buruk terhadap kesehatan lo, cuma jelas ini akan berbahaya bagi keselamatan komputer, ponsel, BB, atau BBB lo. Mungkin, kalo mereka bisa ngomong, mereka bakal minta ampun sama lo (lebay). Dan mungkin kalo mereka punya tangan dan kaki, mereka bakal ngeroyok lo sampai babak belur. Jadi, apakah lo termasuk kategori kalong pengguna facebook?

3. Satu hal yang terlintas saat ngegebet orang: "Eh dia punya facebook gak ya?"
Satu lagi hal yang paling mendasar saat lo sudah kecanduan facebook, facebook menjadi sarana penting dalam urusan gebet menggebet orang. Kalo facebook adalah hal pertama yang lo cari dalam menggebet sang gebetan, bahkan mendahului nomor handphone atau alamat rumah, bisa jadi lo memang kecanduan facebook. Tentu saja ini berlanjut dengan meng-add si gebetan, harap-harap cemas sampe diconfirm, terus lanjut wall-wall-an, lanjut chatting di facebook, atau bahkan mungkin sampe jadian lewat facebook juga. Well, jika demikian, kemungkinannya adalah lo dan gebetan lo sama-sama kecanduan facebook.

4. Diremove atau diignore? Kiamat!
Seringkali fasilitas remove atau ignore jadi sesuatu yang keramat buat para pengguna facebook, apalagi yang udah kecanduan. Ibaratnya, remove atau ignore facebook sama dengan remove atau ignore dari dunia nyata. Padahal, kalo dipikir-pikir, siapa tau kan orang yang bersangkutan gak sengaja menghapus atau kepencet tombol ignore? Siapa tau kan? Nah, kalo lo termasuk yang kelabakan setelah diremove atau diignore, bisa jadi lo adalah salah satu pecandu facebook. (Tolong jangan remove saya setelah baca posting ini, teman-teman! Tolong!)

5. Ganti status dalam hitungan detik (oke, gak seekstrim itu sih)
Kalo lo termasuk orang yang suka ganti-ganti status facebook dalam jangka waktu relatif singkat, bisa jadi lo kecanduan facebook. Logikanya, mengupdate status adalah salah satu hal yang paling mudah dilakukan pengguna facebook, apalagi di saat temen-temen yang lain pada gak online. Jadi kemungkinannya, daripada bengong gak ngapa-ngapain pas online facebook, akhirnya lo ganti status (bukan ganti kegiatan selain facebook-an). Atau selain itu, facebook jadi hal yang gak terpisahkan dari hidup lo. Jadi logikanya, apapun yang lo lakukan, lo merasa perlu buat nulis itu di status facebook. Sah-sah aja sih, facebook facebook lo gitu loh. Kalo termasuk yang rajin update status, bisa jadi lo adalah salah satu pecandu facebook.

capek bacanya? atau sudah ngerasa kalo lo kecanduan facebook? atau tergerak mau mandi setelah baca ini semua? (ketauan ya facebook-an sampe lupa mandi). Tenang, masih ada lagi kok ciri-cirinya.

6. SMS? Wall aja deh.
Alih-alih sms, lo malah nge-wall temen lo. Ini bisa jadi salah satu ciri kecanduan facebook (atau salah satu ciri kehabisan pulsa sih sebenernya). Ada contoh kasus ni. Temen gue, sebut saja X, suatu hari marah-marah dan curcol. "Ih sebel banget deh sama si Y. gue nitip tugas ke si Y buat di print, dianya lupa. Alasannya dia gak sempet buka facebook." (halo? apa hubungannya ya?) Oh rupa-rupanya si X ini meng-email essay yang mau dia titip ke Y buat di-print. Terus gimana cara ngasih taunya? Dia wall ke facebook si Y, sebagai pengganti sms. Bah. Gue cuma geleng-geleng kepala (ya iyalah, masa geleng-geleng tangan). Jadi, kalo lo memiliki asumsi wall facebook bakal lebih cepat sampe dari SMS, bisa jadi lo udah kecanduan akut.

7. Tuker-tukeran bahan kuliah, mulai dari bahan PK Australia sampe Morfologi, lewat notes facebook.
Terimalah, teman-teman Inggris-ku. Kita semua memang kecanduan facebook. Hehehe.

8. Facebook jadi faktor pendukung lo jadi deadliner.
Oke, oke, gue ngaku kalo yang satu ini berdasarkan pengalaman pribadi gue yang paling hakiki. Yap, sadar atau gak (lebih seringnya pasti sadar sih), facebook jadi salah satu faktor pendukung karir lo sebagai deadliner alias last minute person alias tukang nunda-nunda. Biar kata microsoft word udah kebuka, tetep aja jendela facebook lebih sering kebuka dan akhirnya sang tugas pun dikesampingkan. Biasanya lo akan sampai di satu titik yang mengingatkan lo bahwa sang tugas harus dikumpulkan dalam hitungan jam, kemudian serius ngerjain sang tugas secara kejar tayang sampai selesai. Setelah itu? Ya facebook-an lagi. Sampe pagi kalo perlu. Hahaha. Apakah lo salah satu deadliner yang kecanduan facebook? Mari kita renungkan bersama-sama.

9. Mendadak gamer.
Jangan salah, facebook tidak hanya berkisar antara update status, nulis wall, nulis notes, upload foto, belanja online (ups, itu sih gue. hehe). Yang satu ini juga merupakan fasilitas facebook yang populer. Apalagi kalo bukan game. Kalo lo mendadak jadi gamer sejati yang nongkrongin facebook berjam-jam buat main game, lo termasuk kecanduan facebook. Ya walaupun spesifiknay lo kecanduan game, tapi tetep kan itu game ada di facebook. Termasuk saat lo niat wall, chat, atau (dengan kesadaran penuh) sms temen-temen lo yang ada di list lo untuk sekedar meng-accept invitation game lo, supaya lo bisa nambah poin atau bisa maju ke level selanjutnya.. yah bisa dipastikan lo kecanduan (game) facebook.

10. Lo baca posting ini lewat notes facebook, bukan blog gue.
Gotcha! Posting ini aslinya gue publish di blog gue. Nah, gue pake fasilitas import blog gue ke notes facebook secara otomatis. Jadi apakah lo baca ini di notes facebook atau blog gue? (Sebenernya ini juga bisa jadi ciri gue kecanduan facebook - merasa bakal lebih banyak yang baca kalo di-post ke facebook =.=)

So, apakah ada salah satu ciri yang melekat di diri lo? Atau semua? Apakah lo lagi senyum-senyum sambil ngangguk-ngangguk (karena setuju bahwa lo salah satu pencandu facebook) atau sambil geleng-geleng (karena tak percaya bahwa ternyata lo pencandu facebook) Pesen gue cuma dua: 1. hati-hatilah karena facebook mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, dan 2. Add fb gue donk, ciiiiiyn... *pletak*

2 comments:

  1. hahahha.
    gw tidak terlalu pencandu fesbuk sesungguhnya.
    karena akhir2 ini fesbuk smakin bapuk dan aneh.
    apalagi karena provider gw sangat luar biasa mahalnya untuk internet, akhirnya gw bkn termasuk generasi jempol. hhihihi.

    ReplyDelete
  2. good for you deh laa. karena sejauh yg gw tau, pecandu fb belum ada rehabnya hahaha

    ReplyDelete

Have any comment? Come on, I know you do! ;)