January 24, 2011

Maaf, bukannya saya gak mau follow :(

Gue pingin banget follow beberapa blog yang pingin gue follow *halah belibet*. Ya intinya gue pingin follow beberapa blog yang pingin banget gue follow tapi akhirnya malah gak gue follow *halah tambah belibet*. Yang jelas, kenapa gue gak follow adalah karena:


profil gue gak keluar!

Jadi kan harusnya kalo follow blog orang, nanti kita ditanya mau pake account yang mana buat follow, dan paling lazim ya blogger. Dan entah kenapa, begitu sukses log in ke account blogger, yang ada malah cuma nama (itu pun nickname gue waktu jaman alay --> seolah gue pernah alay *HALAH) dan tanpa link ke blog gue, DAN tanpa foto (bilang aje daritadi kalo ini masalah utamanya). Blah. Tapi saya serius. Blogger menganggap gue seolah-olah belum punya blog. Link ke blog gue gak ada! (Trus gimana cara gue bisa log in ke blogger? DUH gue bingung -__-). Padahal kenyataannya gue punya dua blog (blogspot). Kalo mau lihat blog satunya, klik aja di sini *HALAH malah promosi

DAN absurdnya lagi, masa setelah follow, blog yang gue follow gak muncul update-annya? Ya logis sih, secara blogger kan 'menganggap' gue gak punya blog, jadi gue gak punya dashboard. Trus kenapa gue bisa log in ke blogger? *DUH SAYA PUSING* Jadi, maaf ya yang gak gue follow balik atau request minta difollow blog-nya, tapi gue gak follow-follow. Bukan sombong, tapi gak ada gunanya follow juga toh gak masuk update-annya di dashboard gue (nangis tiga ember).

Maaf ya, pembaca yang pusing sama posting ini. Terpaksa saya label posting ini menjadi: (mungkin) cuma blogger yang ngerti.

January 21, 2011

A truly dilemma! (guling-guling di karpet)

Gue harus memilih! Ah gue benci harus memilih! Tapi hidup adalah pilihan! Dan gue selalu akan memilih! (kenapa gue pake tanda seru mulu ya?!)


Anyway, gue harus memilih antara: Bruno Mars atau sepatu!!!
(astaga jauh banget ya kayaknya)

Tapi ini luar biasa bikin dilema. Jadi ceritanya, mas Bruno Mars, si penyanyi kondang dari negeri sebrang, bakalan konser di sini tanggal 5 April (atau 4? kira-kira tanggal segitu deh). Nah, tiket pre-sale bakalan dijual mulai tanggal 3 Februari (atau 2? Aduh kok makin lama daya ingat makin lemah ya :( Pokoknya sekitar tanggal segitu deh). Masalahnya, bo, harganya itu cihuy banget! Bisa beli rumah. Bisa gak dapet, maksud gue. Pre-sale dijual mulai dari Rp 400.000 untuk tribun, sedangkan festival yang konon katanya lebih memiliki peluang buat deket-deket sama mas Mars secara deket panggung (yah, 1:100.000.000 sih) dijual mulai Rp 500.000. Dasyat kan? Dasyat donk! Kalah deh Inbox. *loh?* Belum lagi, kalo udah lewat masa pre-sale (dan kalo stok pre-sale abis), harga-harga itu bakal naik masing-masing seratus ribu! Haduh. Nah, dilema satunya lagi itu sepatu. harganya jelas gak nyampe 400.000. Diturunin seratus ribu dari itu aja masih kemahalan buat gue.

Masalahnya, untuk mencapai semuanya itu gue mesti menabung. Walaupun beda nominal, tapi semuanya berasal dari sumber uang yang sama, jadi tetep gak bisa dapet dua-duanya. Sepertinya gue perlu menimbang dengan seksama nih. Bantuin donk! (maksa mode: on)

Kalo harus memilih mas Bruno:
1. Event sekali seumur hidup!
Ya mungkin gak selebay itu, tapi bagaikan komet, gue harus nunggu bertahun-tahun lagi biar dia bisa kemari. Nanti dia udah gak oke lagi, udah tua renta, nyanyi di kursi goyang. Mana oke? Mumpung dia kemari di saat dia masih muda nih! Masih hits! (kalo kata Laura). Kalo sepatu? Yaelah besok-besok juga pasti masih bisa beli. Yang gak pasti emang duitnya :/
2. Ya ampun beneran deh gue demen sama dia!
Ya mungkin ini bakalan jadi suatu bentuk penyesalan gue 50 tahun mendatang. Mungkin gue bakal melihat ke diri gue di tahun 2011 ini sambil berkata, "Apa sih Mars aja ditonton? Mending jalan-jalan ke bulan." (ya kali, ini ngomongin mars yang mana oi?) Tapi yang jelas, saat ini, detik ini, gue lagi doyan-doyannya sama lagu-lagu dia. Bisa nonton konsernya bakalan luar biasa kan?
3. Dia lumayan ganteng!
Kayaknya gak relevan ya buat pertimbangan :/
4. Bakalan kebawa mimpi kalo gak kesampean!
Pengalaman yang udah-udah sih, nyesel itu datengnya belakangan (semua juga tau). Yang ada nanti gue gak kesampean nonton, malah kebawa mimpi, tapi apa daya tangan tak sampai. Lalu akhirnya gue dihantui bayang-bayang Bruno Mars tiap malem. (tapi gapapa sih, dia kan lumayan ganteng *plak*)
5. Bisa bikin sirik se-RT kalo gue bisa nonton!
Cuih! Gak banget alasan lo, Kar! Skip skip! *dimusuhin se-RT*

Kalo harus memilih sepatu: (Miris ya Bruno Mars disetarakan sama sepatu? Jangan bilang-bilang ya!)
1. Maaaan, gue bisa beli banyak!
Ya iyalah, dengan duit 400.000 atau bahkan 600.000, gue bisa beli sepatu sampe gatel-gatel, bersin-bersin, sampe sakit perut (beli sepatu atau keracunan sih?). Pokoknya gue bisa beli sepatu sampe alergi sama sepatu!
2. Satu sepatu = menyelamatkan satu penampilan!
Karena menurut pengalaman gue, setelah gue beli sepatu, pasti gue tiba-tiba pingin beli baju yang warnanya mirip, tas yang warnanya mirip, dan tentu saja itu perlu extra budget! Dan itu bisa setara atau bahkan kurang dari harga tiket si mas Bruno. Piye nho??
3. Sepatu bisa dipake jalan-jalan, Bruno Mars gak!
Kecuali dengan 400.000, Bruno Mars bisa dibawa pulang.
4. Sepatu itu investasi!
Iya lah, sepatu itu gak bakalan tahan lama daripada euphoria Bruno Mars. Duit gue bakal berwujud nyata yakni sepatu! Bisa gue simpen di lemari, bisa gue sentuh, bisa foto-foto sama dia. Yah, sekali lagi, kecuali dengan 400.000 gue bisa bawa pulang Bruno Mars *digebukin massa*
5. Kalo beli sepatu, sisanya gue bisa nabung buat yang lain!
Maksudnya, buat beli sepatu yang lain. Hahaha. *tawa getir*

Duh, pusing! Lebih pusing dari mikirin kuliah, tapi gak lebih pusing dari mikirin cinta! *HALAH*
Decision, decision...



Bruno: Pilih gue aja, Kar! Sepatu itu bau kali! Ya tergantung kakinya sih. Pilih gue aja, Nomor 3! *sesuai jari*
Sepatu: pilih gue aja lah, Kar! Bruno tuh yang bau. Untung dia ganteng, untung kulitnya gak ungu! *curcol*

January 20, 2011

Kita semua suka (barang gratisan).

Dimulai dari suatu malam yang sangat random, sepupu gue, si Tio, bersama nyokapnya alias tante gue (ya iyalah) main ke rumah. Tante gue lagi ada perlu sama bokap, dan entah apa itu gue gak tahu (dan gak pingin tahu amat sih), tapi yang jelas gue ingin tahu benda berwarna hitam yang ditenteng tante gue. Sebuah tas, replika Longch**p. Modelnya doank yang sama, tapi gue tertarik. Soalnya warnanya hitam dan ukurannya gak gede-gede, gak kecil-kecil amat. Masalahnya, udah lama gue cari tas yang kayak gitu. Hitam dan berukuran sedang. Gue bener-bener ngomong tentang tas loh, bukan si Tio walaupun dia juga hitam dan berukuran sedang *alah*


Singkat cerita, gue akhirnya iseng-iseng nanya ke tante gue. "Tante, beli di mana tuh? Pingin donk yang kayak gitu." Gayung bersambut ember, tante gue excited menjelaskan, "Ini beli di temen kantor, harganya Rp ### (harga gue sensor ya. price by request. harga bersaing. hubungi saya. *alah malah jualan). Mau juga? Nanti tante pesenin deh." Ya tentu saja jiwa tukang belanja gue yang disertai dengan kebutuhan akan tas itu (yang lebih didominasi jiwa belanja sih) langsung menjawab ya. Ditambah pesan sponsor "persis kayak gini ya tante". Dan pesan sponsor pun dikumandangkan berulang-ulang bahkan saat gue menghantarkan si Tio dan tante gue itu sampe ke depan pagar. "Persis kayak gitu ya tante!" Ya ya, saya memang kadang-kadang gak tau diri.

Hari demi hari berganti, gue agak-agak lupa sama tas hitam sedang itu. Sampe akhirnya, di suatu malam yang random (lagi) yakni malam ini, si tante sms:

"Skar, tas itemnya udah ada nih. Tar tante pulang kantor, ambil ya."

Aww! Segera gue cek dompet, cek ATM yang sebenernya adalah kegiatan retoris belaka (ada gitu kegiatan retoris?) karena gue tau gue lagi gak ada duit! Oh oh *rolling eyes*. Akhirnya gue pasrah membalas sms itu:

"Aduh duitnya belum ada tante, utang dulu ya."

Utang oh utang; kata yang pertama terlintas di benak gue. Salah, sebenernya kata yang terlintas di benak gue sih "gratisan", tapi kok kesannya terlalu to the point.

Akhirnya, masuklah satu sms yang sungguh di luar dugaan (tapi masuk dalam harapan):

"Udah gpp, ambil aja gratisss"

Olala. Mungkin tante gue sekarang bisa baca pikiran orang, dan yang jelas gue gak (bakal) nolak. Hahaha. Pertanyaan selanjutnya adalah pertanyaan retoris klasik "Ah yang bener nih, tante?" yang tentu saja tidak memerlukan (dan mengharapkan) jawaban "gak". Akhirnya gue dan si tante pun smsan perihal tas hitam itu. Setelah melalui perjanjian kapan dan di mana barang bisa diambil, gue pun menutup komunikasi dua arah itu dengan doa *eh?*

Malam yang random itu ditutup dengan malam yang random ini. Dua-duanya random, dan saya dapat tas gratisan :D

January 19, 2011

Apparently I'm not an active blogger, yet I'm an active blog-builder! YAY(?)

Di siang hari yang random ini, gue memutuskan untuk melakukan sedikit kunjungan ke blog-blog tetangga. Satu hal yang bisa gue simpulkan, ah betapa aktifnya mereka nulis di blog. Sedangkan gue? Beberapa hari yang lalu aja gue ngeluh-ngeluh tentang blog yang udah berdebu, jarang ditulisin, tapi rupa-rupanya gue baru tergerak untuk nulis di blog gue (yang ini) hari ini.


Q: "Blog gue (yang ini)?" Apa maksudnya, Sekar? *ceritanya ada yang nanya*

Well, jadi selama ini, di tengah vakumnya gue dari dunia tulis-menulis blog, gue alih profesi jadi tukang bangun blog. Hell yeah! Sambutlah Sekar - sang tukang bangunan! *kok gue bangga ya?*
Anyway, gue serius *benerin kacamata*. Gue bikin beberapa blog belakangan ini. Beberapa gue hapus lagi sih, setelah gue sadar betapa lebaynya koleksi blog. Iya kalo bisa dimasukin ke CV (eh bisa gak sih? *serius nih nanyanya*). Akhirnya yang gue pertahankan ada 2 blog baru. Ujung-ujungnya blog yang gue rajin isi tiap hari (terhitung sejak dibangunnya blog itu) cuma sebiji, yakni blog yang temanya agak *ehem* galau. Yeah, kayaknya udah jelas spesialisasi gue di mana :/

Q: Lalu kenapa, Sekar? Kenapa lo doyan banget bikin blog, tapi jarang ngisi? Kenapa??? JAWAB KENAPA!!!*Jreng jreng* *bersambung ke season 12*

Well, mungkin karena jiwa kuli bangunan gue lebih besar daripada jiwa kuli tinta (lagian ngeblog gak pake tinta deh kayaknya). Tapi mungkin juga karena jiwa artistik gue lagi menggebu (ya kali ada hubungannya) Eh ada hubungannya, donk! Gue lagi demen menghias-hias blog baru, kasih template lucu-lucu, widget cantik-cantik, dan background ganteng-ganteng. Walaupun, yah, dengan demikian gue resmi menyalahgunakan blog.

Blog itu buat ditulis-tulis, bukan dibikin trus ditinggal pergi, Sekar. Camkan itu! Camkan!

Konsistensi - Satu hal yang gue perlu tanamkan dalam hati.
Inspirasi - Satu hal yang gue butuhkan saat ini.
Motivasi - Satu hal yang perlu gue bangun mulai hari ini.
Es Kopi - Kayaknya enak nih panas-panas gini.

January 11, 2011

After a very long pause..

Oh hi there! Akhirnya.. akhirnya gue menyentuh blog ini lagi!!!!! (tangis bahagia sambil guling-gulingan di karpet merah --> kenapa harus merah? -_-) Yah, udah lama gue gak nulis di blog ini. Setelah gue perhatiin, tanggal terakhir gue nulis di blog ini itu 4 Februari 2010. Hampir setaun. Gila. Lama ya ternyata. Duh kasian blog saya. T__T (air mata buaya)

Akhirnya gue bertekad beres-beres blog hari ini. Dan hal apa aja yang gue beresin? Gak banyak sih. Yang jelas gue mengubah judul dan sub-judul blog ini sedikit. Yeah. Biar sama kayak alamatnya gitchu. Selain itu, lebih simpel dan orisinil *halah*. Oh iya, dan untuk postingan lama yang luar biasa berantakan itu, gue copotin satu-satu labelnya, dan gue kasih label baru seperti yang ditulis di box sebelah kanan: "Random old writings". Simpel, karena mereka sangat "random", "old", dan mereka adalah "writings". Ah sangat jenius! Cuma satu label yang gue pertahankan yakni "Jason Mraz". Jangan tanya kenapa, pingin aja gue hahaha. Selain itu, gue nekad hapus chatbox yang lama. Bukan apa-apa, isinya udah gak karu-karuan. Gue sih gak bermasalah sama para pembaca baik hati dan sesama blogger yang say hi atau ngajak kenalan *berasa laku*, cuma agak terganggu sama spam-spam gak penting yang ada di sana, kayak link-link gak jelas yang dipost berkali-kali. Mending kalo sekali ngepost bayar, boro-boro deh (_ _!) Tapi jangan khawatir, karena dengan dihapusnya chatbox yang lama, gue pun memajang yang baru. Sangat cantik, bersih, fresh, love, peace, and gaul deh pokoknya. Jangan lupa tinggalkan pesan atau komentar di sana ya ;) Gue juga mengurangi link-link yang ada. Akhirnya cuma tersisa 3 link yang menurut gue vital banget bagi kehidupan gue (selain link ke keluarga, teman, pacar, dan Tuhan).

Apalagi ya?
Oh iya, ini paling penting. Ya kali-kali aja lo gak sadar, tapi gue akhirnya majang foto baru. Yeay! *plak*

Dan sembari bersih-bersih, gue nemuin surat yang diduga berasal dari blog gue sendiri. Jadi gue pajang aja deh sekalian. Tulisannya lumayan juga, bahasa Inggris pula. Kursus di mana ya dia? :O *salah respon*

Gue tau apalah artinya beres-beres kalo gue masih jarang nulis di sini. Semoga aja gue akhirnya bisa makin aktif jadi blogger, seaktif gue jadi deadliner #eaaa.

Hasta la vista, amigos! ;)

Dear Sekar,

Yesterday seemed to be the most boring day ever in my life. Thus, I decided to take a walk. Not far from here; just to visit some neighbors. After visiting them, I decided to tell you what I felt. And here I am, writing this letter to you, strongly hope you will read. Or reply. Or just do some action.

You know, I envy them; my neighbors. They were so nice; they were neat, clean, eye-catching, and, most importantly, full of stories. The memory of us talking to each other through your writings showed up out of the blue. You may look at me now, Sekar. How can I be this empty? Well, okay maybe I'm not that 'empty'. But, 59 posts? And Feb, 2010 is your last 'updated' date? Oh come on, lady. It's Jan, 2011. It's been almost a year since you.. err.. abandoned me.

I don't want to ask much from you. I just.. Ah, you can see your Twitter and Tumblr and Facebook. I'm underlined in envy green. They are so young and fresh and.. updated. I don't want to compare myself with them, but hey, I deserve your care and attention.

Well it's good if you're willing to read this. I can do nothing if you just ignore, and I'll be grateful if you want to notice this and do something.
I hope you still remember how close we used to be. I hope you know that I'm your old friend who'll always wait for your next writing, more than anyone will do.

Sincerely,

Your abandoned blog